Rabu malam,31 Maret 2010 jam 19 WITA di RSUD Ulin Banjarmasin, Teman, saudara..senior kami Pa Sulaiman Kurdi dipanggil Allah Swt kembali ke pangkuannya. Beliau sebelumnya telah menderita sakit dan dirawat di RSUD Ulin selama dua bulan. Alumnus APK -TS Banjarmasin tahun 1993 ini, terakhir bertugas di Puskesmas Wasah Kab.HSS sebagai fungsional Penyuluh Kesehatan. Beliau kami kenal sebagai orang yang senang bercanda, taat beribadah dan tidak segan menolong orang. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan menerima semua kebaikan yang telah dilakukan selama ini. Kepada semua yang mengenalnya mohon doa demi kedamaian beliau di alam kubur, segala kesalahan yang mungkin pernah dilakukan agar dimaafkan dengan ikhlas.
Senin, 05 April 2010
Selamat Jalan Pa Sulaiman Kurdi
Rabu malam,31 Maret 2010 jam 19 WITA di RSUD Ulin Banjarmasin, Teman, saudara..senior kami Pa Sulaiman Kurdi dipanggil Allah Swt kembali ke pangkuannya. Beliau sebelumnya telah menderita sakit dan dirawat di RSUD Ulin selama dua bulan. Alumnus APK -TS Banjarmasin tahun 1993 ini, terakhir bertugas di Puskesmas Wasah Kab.HSS sebagai fungsional Penyuluh Kesehatan. Beliau kami kenal sebagai orang yang senang bercanda, taat beribadah dan tidak segan menolong orang. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan menerima semua kebaikan yang telah dilakukan selama ini. Kepada semua yang mengenalnya mohon doa demi kedamaian beliau di alam kubur, segala kesalahan yang mungkin pernah dilakukan agar dimaafkan dengan ikhlas.
Senin, 15 Maret 2010
Orientasi Fasilitator Desa Siaga Puskesmas
Desa siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Masalah tersebut seperti gizi kurang, bencana alam, penyakit menular dan penyakit lain yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biada (KLB). Masyarakat di desa siaga mampu mengatasi masalah-masalah kesehatan tersebut secara gotong-royong tersebut secara gotong-royong dengan memanfaatkan potensi setempat. Untuk itu dalam pengembangannya, harus menggunakan kaidah-kaidah pendekatan edukatif, yakni dengan memfasilitasi masyarakat agar mau membudayakan “ pembelajaran” dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian diharapkan lambat laun di masyarakat desa akan tumbuh “budaya pemecahan masalah” dalam setiap menghadapi permasalahan yang muncul di sekitarnya melalui siklus pemecahan masalah yang benar dan tepat.
Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Desa Siaga yang telah dikembangkan sejak akhir tahun 2006 dengan beberapa desa sebagai model. Pada akhir tahun 2008, seluruh desa telah dikembangkan menjadi desa siaga. Setiap desa dilengkapi dengan berbagai berbagai fasilitas dan sumber daya sebagai modal awal pengembangan desa siaga, seperti tenaga kesehatan, kader terlatih, poskesdes dan peralatan kesehatan sederhana.
Dalam perkembangannya hingga akhir 2009, dari laporan desa siaga bulanan yang dikirim oleh puskesmas dapat dilihat beberapa kelemahan penyelenggaraan desa siaga di lapangan. Kelemahan utama adalah tidak adanya tim pembina desa siaga puskesmas yang terlatih untuk bersama-sama membina desa seperti melatih kader, membantu membuat kelengkapan data desa siaga, serta membina surveilans penyakit/gizi berbasis masyarakat.
Untuk itu dinas kesehatan, menyelenggarakan Orientasi Fasilitator Desa Siaga Puskesmas. yang dilaksanakan dalam 4 angkatan selama bulan Maret 2010. Setiap angkatan berlangsung selama 3 hari. Hari pertama Sosialisasi Desa Siaga, hari kedua Praktek Kerja Lapangan ke desa terpilih dan hari terakhir setiap puskesmas mempresentasikan hasil PKL mereka , untu kemudian menyusun rencana tindak lanjut. Petugas yang mengikuti orientasi terdiri dari Petugas Promosi Keseahtan, Epidemiolog, Sanitarian dan nutrisionis. Peserta diberi materi tentang Pengembangan Desa Siaga, Kegiatan Inti Desa Siaga, Surveilans Berbasis Masyarakat dan Indikator Keberhasilan Desa Siaga.
Diharapkan setelah orientasi ini setiap puskesmas memiliki tim yang kompak ,memiliki keterampilan dan wawasan dalam menumbuhkan kemandirian masyarakat di desa siaga.
Minggu, 14 Maret 2010
Survey PHBS Tahun 2009
Survey PHBS dilaksanakan setiap tahun, dan untuk tahun 2009 survey dilaksanakan di 5 tatanan di 9 Kecamatan (Kandangan, Padang Batung, Telaga Langsat, Sungai Raya, Simpur, Kalumpang, Daha Selatan, Daha Utara dan Daha Barat. Total sampel berjumlah 3790 rumah, 41 buah sekolah, 36 buah institusi kesehatan , 72 buah tempat-tempat umum. dan 25 buah tempat kerja. Hasilnya sebagai berikut :
1. Tatanan Rumah tangga : cakupan rumah tangga sehat, 26,88%. Hasil ini lebih rendah dibanding hasil survey tahun 2008 sebesar 32,11%, namun 3 masalah utama masih tetap sama yakni merokok di dalam rumah, ASI eksklusif dan jamban sehat.
2. Tatanan Sekolah : hasil survey menunjukkah Sekolah yang sehat hanya 29,27% . Masalah utama adalah merokok di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh para guru, dan tidak dilakukannya penimbangan dan pengukuran tinggi badan siswa setiap 6 bulan. Masalah lain di sekolah yang juga perlu mendapat perhatian adalah kebiasaan cuci tangan pakai air bersih dan sabuh yang hanya 51%.
3. Tatanan tempat Kerja : dari 25 lokasi yang disurvey hanya 4 (6%) tempat kerja yang memenuhi semua indikator tempat kerja sehat . Hal ini cukup memprihantinkan. Masalah utama adalah merokok di tempat kerja, dan tidak menggunakan APP.
4. Tatanan Tempat-tempat Umum : sasaran TTU yang disurvey sebagian besar adalah tempat ibadah, hasilnya hanya 33% TTU sehat. Masalah dominan adalah TTU tidak memiliki jamban yang sehat.
5. Tatanan Institusi Kesehatan : Cakupan Institusi sehat hasil survey sebesar 83%. SAsaran yang tidak sehat terutama pada indikator merokok. Masih ada petugas maupun pasien yang merokok saaat berada di Puskesmas/pustu/poskesdes.
Hasil survey akan menjadi landasan perencanaan promosi kesehatan ke depan. Masalah PHBS yang ditemukan di 5 tatanan sekaligus menjadi cermin berhasil atau tidaknya berbagai kegiatan promosi kesehatan yang selama ini telah dilakukan. Perlu pemikiran, terobosan, teknik dan kerja keras semua pihak tidak hanya sektor kesehatan agar bisa mencapai terget Rumah tangga sehat 80% tahun 2015
Rabu, 10 Maret 2010
Promosi Kesehatan di Desa Terpencil
Tim melaksanakan pertemuan dengan tokoh masyarakatan, yang juga dihadiri oleh Bapak Camat Daha Utara beserta Ibu. Dilaksanakan juga penyuluhan, kunjungan rumah, pengobatan, posyandu dan kunjungan ke sekolah.
warga desa sangat antusias dengan kegiatan ini. Tanggal 16 Februari Tim juga mengunjungi desa Kamawakan salah satu desa terpencil di Kecamatan Loksado . Desa ini relatif sulit dijangkau karena kondisi jalan yang sangat tidak memadai. Tim juga mengunjungi Desa Muning Dalam Kec.Daha Selatan dengan paket kegiatan yang sama. Selain itu dilaksanakan bimbingan teknis bagi kader poskesdes, agar lebih terampil dalam melaksanakan kegiatan poskesdes di desa.
warga desa sangat antusias dengan kegiatan ini. Tanggal 16 Februari Tim juga mengunjungi desa Kamawakan salah satu desa terpencil di Kecamatan Loksado . Desa ini relatif sulit dijangkau karena kondisi jalan yang sangat tidak memadai. Tim juga mengunjungi Desa Muning Dalam Kec.Daha Selatan dengan paket kegiatan yang sama. Selain itu dilaksanakan bimbingan teknis bagi kader poskesdes, agar lebih terampil dalam melaksanakan kegiatan poskesdes di desa.
Rabu, 06 Januari 2010
PEMBELAJARAN JAMKESDA DINKES KAB.HST DI HSS
Tanggal 31 Desember 2009, Dinaks Kesehatan Kab.Hulu Sungai Tengah mengunjungi Dinas Kesehatan Kab.HSS dalam rangka pembelajaran Program Jamkesda. Rombongan dipimpin oleh Bapak Sekda HST, beserta Kepala Dinas Kesehatan, Pimpinan Puskesmas dan 4 orang staf puskesmas se Kab.HST. Rombongan diterima sendiri oleh Bupati HSS di aula Rumah Sakit B.H.H.Basry Kandangan. Bupati dalam sambutannya menyambut baik kunjungan dari Dinkes HST sebagai ajang silaturrahmi serta tukar menukar informasi untuk kemajuan bersama. Sekda HST dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan penghargaan atas penerimaan Bupati . Rombongan juga mengunjungi UPTD BLU Jamkesda , yang dilanjutkan dengan rekreasi ke Pemandian Air Panas Tanuhi.
Langganan:
Postingan (Atom)